Peluang Usaha Menjadi Penulis Buku Penulis Lepas Cerpen Dan Puisi

Peluang Usaha Menjadi Penulis Buku Penulis Lepas Cerpen Dan Puisi

Penulis merupakan profesi yang sangat fleksibel, menyenangkan, dan tidak terikat waktu. Bahkan jika ditelisik lebih lanjut, teman-teman sebagai remaja, yaitu pelajar atau mahasiswa juga menjadi penulis setiap harinya. Karena setiap hari menulis dan merangkum hasil jelasan guru atau dosen.

Ilmu-ilmu yang diberikan oleh guru di sekolah sebenarnya dapat kita kemas menjadi info yang bisa jadi berguna untuk masyarakat luas. Tergantung kreativitas teman-teman mengemukakan dengan bahasa yang lugas dan dapat diterima masyarakat. Ya, hal tersebut patut dicoba melalui artikel surat kabar.

Pernahkah teman-teman membaca surat kabar? Pastinya sudah pernah walau hanya sekali. Nah, pernahkah teman-teman membaca artikel yang sebenarnya sudah umum, bahkan dipelajaran SMA juga delajari, namun tetap saja muncul di surat kabar? Bisa jadi tidak sedikit artikel yang seperti itu. Hal tersebut membuktikan bahwa ilmu yang kita pelajari di sekolah, dapat pula muncul di surat kabar. Dengan seperti itu kita bisa menjadi penulis lepas untuk surat kabar.

Jika kita kaitkan dalam hal usaha, tekunilah usaha teman-teman dalam menulis. Kirim satu demi satu karya teman-teman ke surat kabar. Lama-kelamaan juga akan terbiasa menulis artikel. Jika sudah mahir nuIis artikel, maka bolehlah jika mau menulis karya yang jumlah amannya lebih banyak, yaitu buku.

Ya, menulis buku diperlukan proses belajar. Tidak sekali jadi. pengalaman-pengalaman menulis artikel yang hanya beberapa halaman akan sangat membantu kita dalam pembuatan buku yang berlembar ? lembar itu. Namun tidak semua penulis buku dahulunya penul is artikel. Saya hanya menyampaikan bahwa dengan proses belajar menulis artkel, maka akan mempermudah dalam membuat buku.

Tidak sedikit pula buku yang berisi kumpulan artikel dari surat kabar atau majalah, tapi penulisnya sama. Hal tersebut sah-sah saja. kita juga bisakan! Menjadikan kumpulan artikel kita menjadi buku.

Saat ini juga banyak kejuaraan atau lomba menulis. Baik itu lomba menulis puisi, cerpen, novel, esai, dan hasil karya tulis lainnya. Jika ditelusuri, rata-rata tiap bulan ada satu bahkan lebih event lomba tersebut. Hadiah yang ditawarkan juga beragam, dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Tentang info-info lomba, teman-teman bisa menemukannya di internet.

Ya, jika saya kaitkan dengan buku ini, maka lomba-lomba tersebut merupakan peluang bagi penulis. Jika memang tulisan atau karya kita layak menjadi juara, maka bisa jadi hadiah-hadiah tersebut akan mampir ke tangan kita dan bisa menambah uang saku kita.

Ada sebuah nasehat yang selalu saya pakai, yaitu:

“Menjadi penulis; Bakat hanya 1%, yang 99% adalah latihan.”

Ya, kian detik kian waktu, kita isi dengan belajar. Menulis bukan bakat, namun latihan. Jujur, saya pernah mengalami ketidakberdayaan dalam menulis, tidak percaya diri, apa karya saya layak dijadikan sebuah karya tulis, atau bahkan layak dijadikan sebuah buku. Namun hal tersebut lama-kelamaan juga hilang.

Setiap penulis mempunyai gaya bahasa yang berbeda antara yang satu dengan lain nya. Seperti halnya rupa manusia, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya walaupun dia kembar, pasti ada perbedaan. Namun, ada pula persamaan antara penulis. Apa itu?

Seorang penulis mempunyai persamaan dalam hal membagi ilmu. Ya, menjadi penulis berarti dia telah siap untuk membagi ilmu kepada pembacanya. Begitu pula jika teman-teman bersemangat menjadi penulis. Niatkan menulis untuk berbagi ilmu.

Ada efek samping yang menggembirakan dari menulis, dapat saya khususkan menulis buku, kemudian diterbitkan, dan beredar di pasaran, serta laku, maka kita tinggal menikmati royalti yang didapat. Selain itu, bisa jadi akan diundang untuk menjadi pembicara di acara-acara seminar atau bedah buku.

Tulislah sedikit demi sedikit, lembar demi lembar, dan harus sabar untuk menyampaikan ilmu kita kepada orang lain. Sering saya membayangkan bahwa buku terbitan kita akan dibaca oleh banyak orang dan memberikan manfaat bagi orang tersebut. Wah, senangnya:)

So, sampaikanlah apa yang dapat terucap dari lisan kita menjadi sebuah tulisan agar dapat dinikmati oleh orang lain. Jika ada ide-ide baru yang muncul, segera tulislah karena bisa jadi 27 detik kemudian ide tersebut akan menghilang dari ingatan.

Ok, selamat bergabung menjadi Penulis ????

COMMENTS